Dai Butuh Belajar Bahasa Arab



Cuma jadi keheranan jika seorang da’i gak paham bahasa Arab.

Padahal modal utama menyampaikan ilmu pada pendengar kajian adalah bahasa Arab. Bagaimana mau berdakwah kalau bahasa Arab saja gak bisa? Apa itu fa’il dan naibul fa’il serta maf’ul bih, baru dengar kali ini? Dikira bahasa Arab hanya menghapal mufrodat (kosakata), seperti “hadza kitabun”, “anaa mariidhun”, “Muhammad yajlisu ‘alal kursiy”, dan seterusnya. Padahal ada ilmu yang lebih penting yaitu ilmu nahwu, salah satu cabang bahasa Arab yang konsen mempelajari kaedah. Mufrodat tadi baiknya diterapkan dalam ilmu nahwu.

Taruhlah da’i tersebut bisa pakai buku terjemahan. Namun beda rasanya antara buah asli dari pohon dan buah karbitan di pasar.

Yuk semangat belajar bahasa Arab. Bahasa Arab tak sesulit yang kita bayangkan, karena ingat ini adalah bahasa kitab suci kita. BIsa paham Al-Quran dan As-Sunnah dengan mudah yah lewat bahasa Arab.

~ Muhammad Abduh Tuasikal ~

You Might Also Like

0 Comments